ads

.

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Ancam Buka Pintu Pesawat Ketika Mengudara, Pria Ini Ditangkap



BELGRADE – Seorang pria yang jadi penumpang pesawat komersial milik Maskapai Lufthansa dilaporkan telah mengancam keselamatan seluruh orang di pesawat, setelah dirinya mencoba untuk membuka paksa pintu kabin pesawat itu ketika sedang mengudara.

Awalnya, pesawat milik Maskapai Lufthansa dengan rute perjalanan Frankfurt (Jerman) – Belgrade (Serbia) itu dalam keadaan aman saat mengudara. Namun di tengah perjalanan, tiba-tiba saja seorang pria berdiri dan mencoba untuk membuka pintu ruang kokpit pesawat.

Pria itu kemudian berteriak mengancam untuk membuka pintu kabin pesawat secara paksa, yang langsung membuat panik seluruh kru maupun penumpang lain di pesawat itu.

“Seorang penumpang tiba-tiba saja berdiri dan berteriak-teriak sambil mencoba membuka pintu ruang kokpit pesawat. Ia kemudian mencoba untuk membuka paksa pintu kabin pesawat,” ujar Juru Bicara Maskapai Lufthansa, Andreas Bartels, seperti dilansir dari AFP, Senin (7/12/2015).

“Seketika itu juga hal itu membuat panik penumpang lain dan kru pesawat. Namun, pada akhirnya aksi pria tersebut dapat dihentikan kru pesawat yang dibantu beberapa penumpang, termasuk anggota Timnas Handball Serbia,” sambungnya.

Bartels menambahkan, pria itu akhirnya dapat ditahan sementara setelah para kru pesawat mengikatnya menggunakan sabuk pengaman di bangku kabin pesawat.

“Pada akhirnya, perjalanan kami dari Frankfurt menuju Belgrade kembali aman. Seluruh penumpang dan kru pun dapat mendarat dengan selamat di Serbia,” ucap Bartels.

“Setelah kami tiba di Bandara Belgrade, pria yang menebar ancaman di pesawat tadi langsung ditangkap Kepolisian Serbia untuk diamankan. Kepolisian Serbia kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aksi pria tersebut,” lanjutnya.

Setelah diselidiki Kepolisian Serbia, ternyata pria yang menebar ancaman di pesawat Lufthansa itu merupakan seorang warga Yordania. Hingga kini, Kepolisian Serbia masih menyelidiki motif pria Yordania tersebut yang menebar ancaman di pesawat.

Indonesia Takkan Bangkrut Tanpa Freeport


JAKARTA - Indonesia dianggap mampu mengelola tambangnya sendiri termasuk yang saat ini dikelola PT Freeport Indonesia di Papua. Dosen Universitas Brawijaya, Candra Fajri Ananda menegaskan, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia cukup mumpuni mengelola tambang emas tersebut.

"Walau PT Freeport Indonesia tutup, sumber daya manusia Indonesia mampu dan bisa mengelola sendiri. Kita sudah menguasai dalam pengelolaan sumber daya alam," kata Candra, Minggu (6/12/2015).

Ia mengungkapkan, sebanyak 97 persen pekerja PT Freeport adalah orang Indonesia, sehingga sudah terjadi transfer pengetahuan (knowledge) dalam proses pengelolaan tambang.

"Jadi saya pikir Indonesia tidak akan bangkrut tanpa Freeport, kita bisa mengelola sendiri. Bajunya diganti tidak masalah karena dalamnya sudah orang kita," tuturnya.

Di samping itu, dirinya juga melihat potensi kekuatan untuk menyangga ekonomi Indonesia masih banyak dari berbagai sektor lain. Sehingga itu membuktikan bahwa Indonesia tanpa Freeport tidak berpengaruh secara ekonomi.

Candra menilai, kegaduhan soal rekaman 'papa minta saham' yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said cukup berimbas terhadap memburuknya iklim investasi.

"Terkait Freeport sangat merugikan bagi iklim investasi Indonesia, kalau kita punya duit dan ingin investasi, kita tidak hanya berpikir untuk satu tahun atau dua tahun, tapi untuk jangka panjang, apalagi kalau nominalnya besar," bebernya.

Menurut Candra, salah satu pertimbangan yang terpenting untuk berivestasi adalah aspek keamanan dan kepastian hukum. Kondisi kegaduhan yang dipertontonkan oleh Freeport dan para menteri serta elite lainnya, membuat ketidak percayaan bagi investor untuk melepaskan uangnya.

Sehingga, ia pun mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera melakukan reshuffle kabinet jilid dua dengan mengganti menteri yang membuat kegaduhan

Isi Rekaman Sebut Jokowi Dimaki Megawati karena Tolak Budi Gunawan



JAKARTA, — Dalam rekaman yang diputar di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan, suara yang diduga milik pengusaha minyak Riza Chalid menyebut Presiden Joko Widodo sempat dimaki-maki oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Sebab, Jokowi menolak pengangkatan Budi Gunawan sebagai kepala Polri.

Dari isi rekaman yang diduga merupakan suara Riza itu disebutkan, kejadian itu berlangsung di Solo. Elite parpol Koalisi Indonesia Hebat (KIH) juga hadir saat kejadian tersebut.

"Di Solo ada… ada Surya Paloh, ada si Pak Wiranto, pokoknya koalisi mereka. Dimaki-maki, Pak, Jokowi itu sama Megawati di Solo. Dia tolak BG," demikian suara yang diduga Riza seperti dalam rekaman yang diperdengarkan di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Rabu (2/12/2015).

Pada Februari lalu, Presiden Jokowi memang sempat mengusulkan Budi Gunawan sebagai kepala Polri. Setelah itu, Budi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Namun, Komisi III tetap memutuskan untuk meloloskan Budi dalam fit and proper test.

Kendati demikian, Presiden tetap membatalkan pelantikan Budi dan mengusulkan Badrodin Haiti sebagai calon kepala Polri yang baru.

Presiden mengatakan, pencalonan Budi Gunawan sebagai kepala Polri telah menimbulkan perbedaan pendapat di masyarakat.

Dalam rekaman, suara yang diduga Riza itu mengaku heran dengan keberanian Jokowi itu.

"Gila itu, sarap itu. Padahal, ini orang baik kekuatannya apa, kok sampai seleher melawan Megawati," ucap suara yang diduga Riza.

Tak hanya itu, dia pun menyinggung peran mantan ajudan Megawati itu dalam memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014.

"Padahal, pada waktu pilpres, kita mesti menang, Pak. Kita mesti menang Pak dari Prabowo ini. Kalian operasi, simpul-simpulnya Babimnas. Bapak ahlinya, saya tahu saya tahu itu," ucap suara yang diduga Riza.

"Babimnas itu bergerak atas gerakannya BG sama Pak Syafruddin. Syafruddin itu Propam. Polda-polda diminta untuk bergerak ke sana. Rusaklah kita punya di lapangan," ucapnya.

Mantan CIA Ungkap Rencana Pakistan Jatuhkan Nuklir di India


WASHINGTON DC – Mantan pejabat Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA), Bruce Riedel, baru-baru ini mengungkap bahwa Pemerintah Pakistan pernah berencana untuk menjatuhkan bom nuklir di India dalam Perang Kargil yang berlangsung pada 1999.

Rencana itu sebenarnya sudah mulai terungkap ketika Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif pergi ke AS dan meminta bantuan Presiden AS ketika itu, Bill Clinton, untuk mengakhiri Perang Kargil dengan India.

“Dalam tulisan berjudul ‘The Morning of The Fourth-4 July 1999’, Badan Intelijen AS menulis semua catatan rahasianya yang menyatakan bahwa Pakistan sedang mempersiapkan senjata nuklir untuk kemungkinan digunakan dalam Perang Kargil,” ujar Riedel, seperti dikutip IB Times, Sabtu (5/12/2015).

“Saya baru mengungkap hal ini ketika membuat obitarium Sandy Berger, yang merupakan penasihat keamanan nasional Bill Clinton ketika menjabat sebagai presiden AS,” sambungnya.

Perang Kargil merupakan konflik bersenjata antara Pemerintah India dan Pakistan yang terjadi pada Mei hingga Juli 1999 di Distrik Kargil, Kashmir. Penyebab perang itu adalah masuknya pasukan Pakistan dan militan Kashmir ke wilayah India yang merupakan perbatasan de facto, antara kedua negara.

Setelah perang itu terjadi, Pemerintah Pakistan justru menyalahkan pertempuran itu sepenuhnya terhadap pemberontak Kashmir.

Pada akhirnya, Angkatan Bersenjata India yang didukung oleh bantuan diplomatik internasional berhasil memaksa mundur pasukan Pakistan ketika itu.

Pengamat Menilai Jokowi Presiden Paling Repot


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap sebagai pemimpin yang paling repot. Pasalnya, jajaran menteri di dalam kabinetnya terkesan lebih pintar.

"Komunikasi kabinet beda-beda, Jokowi Presiden paling repot, kalau dulu Pak SBY sama Setgab, dia (Jokowi) masalah kabinet semua. Setiap orang di kabinetnya lebih pintar," ujar pengamat komunikasi politik Hendri Satrio di forum diskusi Sindo Trijaya, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/12/2015).

Pengajar di Universitas Paramadina itu mempertanyakan keberanian Jokowi yang kabarnya akan mengocok ulang kabinetnya. Terlebih dengan munculnya polemik rekaman perpanjangan kontrak PT Freeport yang juga mencatut nama presiden.

"Ini katanya mau ada reshuffle pertengahan katanya, tapi dengan beberapa nama disebut itu, apakah berani untuk di-reshuffle?" imbuhnya.

Meski demikian, Hendri mengapresiasi langkah Jokowi dalam usahanya meredam perkara yang saat ini tengah dibahas di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Pertama, saat mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tidak masalah namanya disebut dan upaya Jokowi mengambil jarak pada persoalan tersebut.

"Dua kali (Jokowi) mencoba meredam, pertama bilang saya tidak apa-apa nama dicatut. Lalu dia mencoba mengambil jarak," tukasnya.

Terus-Terusan Dirudal Jet Tempur, ISIS Eksekusi Mata-Mata Rusia


MOSKOW – Akibat seringnya dibombardir oleh serangan udara jet-jet tempur Rusia, kelompok militan ISIS baru-baru ini merilis sebuah video eksekusi seorang sandera yang diyakini merupakan mata-mata Rusia di Suriah.

Sebagaimana dikutip The Independent, Kamis (3/12/2015), kelompok ISIS merilis video itu melalui media sosial simpatisannya. Dalam video tersebut, terlihat seseorang yang posisinya akan dieksekusi. Orang itu terdengar menggunakan Bahasa Rusia.

Dalam video itu, sandera ISIS tersebut mengaku merupakan warga Chechnya bernama Magomed Khasayev.

Khasayev mengaku telah dikirim oleh badan intelijen Rusia untuk memata-matai wilayah-wilayah yang dijajah ISIS.

Beberapa menit setelah video pengakuan itu, gambar beralih pada seorang militan ISIS yang siap untuk mengeksekusi Khasayev yang diyakini sebagai mata-mata dari intel Rusia itu.

Seorang militan ISIS itu kemudian berbicara bahwa tindakan eksekusi mati itu dilakukan untuk membalas gempuran serangan udara dari jet-jet tempur Rusia

Sebagaimana diberitakan, sejak 30 September Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah melancarkan serangan udara pertama ke basis militer ISIS di Suriah.

Serangan itu dilancarkan setelah Presiden Vladimir Putin mendapat dukungan dari Parlemen Rusia untuk menggelar operasi militer guna memerangi ISIS dan merespons pembicaraan dengan Obama di Sidang Majelis Umum PBB.

Sebelumnya, Rusia dituding oleh AS melancarkan operasi militer untuk memerangi pemberontak Suriah didikan AS dan melindungi Presiden Suriah Bashar al Assad. Namun Rusia menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukannya adalah untuk memerangi ISIS.

Kendati demikian, sejumlah serangan yang dilakukan jet tempur Rusia dikabarkan justru mengarah ke wilayah yang dimiliki oleh kelompok pemberontak dan berujung pada tewasnya warga sipil Suriah.

Pengacara Novel : Ini Penculikan, Harus Dihentikan!





BENGKULU - Penasehat Hukum Novel Baswedan, Soar Siagian menegaskan, upaya penahanan kliennya oleh tim penyidik Bareskrim Mabes Polri, di Polda Bengkulu, merupakan tindakan penculikan.

Pasalnya, menurut Soar, dalam surat yang diterima pihaknya, ada penyerahan wewenang tersangka atau kliennya beserta barang bukti.

''Fakta hukumnya berkas sudah selesai. Tapi, berkas belum dilimpahkan. Ini namanya penculikan. Ini harus dihentikan!,'' tegas Soar didampingi penasehat hukum Novel lainnya, Muji Kartika Rahayu, saat ditemui di Ditreskrimum Polda Bengkulu, Kamis (3/12/2015), malam




Ia menegaskan, tindakan tersebut merupakan tindakan berbahaya dan harus dihentikan. Sebab, kata dia, ini tidak sesuai dengan hukum. Tidak hanya itu, pihaknya juga merasa keberatan atas tindakan tersebut.

Bagaimana tidak, kata dia, keberangkatan dirinya ke Bengkulu sama sekali tidak ada persiapan. ''Katanya mau dilimpahkan ke Kejaksaan, tapi kenyataannya tidak ada. Ini harus dihentikan! Ini Penculikan,'' tegas Soar.

PDIP: Presiden Jokowi Berjalan Bersama Para "Perampok"



JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari menyebutkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikelilingi banyak mafia yang memang sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya.

Menghadapi itu, Jokowi dinilainya telah membangun pemerintahan yang dinamis dengan tetap bertindak tegas pada mafia-mafia yang selama ini merugikan bangsa Indonesia.

"Yang bagus dari pemerintahan ini dinamis. Ibaratnya seperti ungkapan bahwa Pak Jokowi berjalan bersama para perampok, berenang bersama hiu," kata Eva di sebuah forum diskusi di Jakarta Pusat, Minggu (29/11/2015).

Meski tegas, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak mau grasa-grusu atau terkesan terburu-buru. Eva pun memuji cara itu sebagai kelebihan Jokowi dalam mengelola konflik.

"Dia tidak mau mau grasa-grusu dan tak pernah tak tegas. Dia mewarisi isu Petral, Pertamina, mafia dimana-dimana dan selama ini didiamkan dan persempit pembangunan dan mulai dibenahi," sebutnya.

Eva lantas meminta Jokowi untuk terus menjaga sikapnya tersebut, terutama untuk mengelola pemerintahan.

"Dia skillful dan bisa mengelola konflik dan tidak boleh kehilangan itu. Harus dijaga Pak Presiden," tutupnya.

Hujan Berlian Hebohkan Warga Hong Kong



HONG KONG – Hujan berlian mendadak hebohkan warga Hong Kong, yang terlihat berusaha memperebutkan batu mulia itu.

Pada Rabu 25 November 2015, terlihat puluhan warga Hong Kong memperebutkan berlian yang mendadak tersebar di pinggir jalan Hong Kong. Pada pukul 20.40 waktu setempat, benda kecil yang mengkilap mendadak jatuh dari langit di jalan Nathan, Tsim Sha Tsui, Hongkong.

Salah satu pejalan kaki berjenis kelamin perempuan, mendadak berteriak ‘berlian’, menggunakan bahasa Mandarin, sebagaimana dilansir dari Shanghaiist, Minggu (29/11/2015).

Mendadak lebih dari 50 orang berusaha mengumpulkan ‘berlian’ itu, hingga polisi terpaksa membubarkan kumpulan warga tersebut. Tidak lama pihak berwajib mengungkap bahwa benda tersebut bukanlah berlian namun berlian imitasi atau lebih dikenal dengan nama rhinestone.

Juru bicara kepolisian mengatakan bahwa benda tersebut memang menyerupai berlian, apalagi terlihat mengkilat karena lampu jalan, namun sayangnya benda tersebut tidak berharga mahal seperti berlian sungguhan.

Berlian imitasi ini dicurigai dijatuhkan dari salah satu gedung tinggi di dekat jalan tersebut, namun hingga saat ini tidak diketahui motif dari aksi ini, apakah ada orang sengaja yang menjatuhkan atau memang tidak sengaja jatuh.

Media Turki Bantah Foto Putra Erdogan dengan Pimpinan ISIS



ANKARA – Media Turki, Daily Sabah menuduh media Rusia melakukan manipulasi bukti keterlibatan putra Presiden Recep Tayip Erdogan dengan kelompok militan ISIS.

Dalam sebuah laporannya, Russia Today menampilkan sebuah foto yang menampilkan putra Erdogan, Bilal, dengan beberapa orang berjanggut tebal yang mereka sebut sebagai pimpinan ISIS. Foto itu berasal dari akun Twitter @Dilxazsofi dengan keterangan Putra Recep Tayip Erdogan ‘BILAL ERDOGAN’ dengan saudara-saudara ISIS-nya.

Namun, foto tersebut ternyata merupakan foto Bilal dengan pemilik restoran terkenal di Istanbul, Turki, yang bernama Cigerstan yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan ISIS.

“Foto tersebut menampilkan para pemilik yang berjanggut (sebagaimana banyak Muslim lainnya) beredar di media sosial Turki, namun berubah menjadi guyonan, karena pemiliknya tidak memiliki hubungan dengan ISIS,” demikian laporan dari Daily Sabah, Sabtu (28/11/2015).

Bilal juga membantah kabar itu dan mengatakan bahwa pemilik restoran ingin berfoto dengannya seperti berfoto dengan tamu terkenal lainnya.

Putra Presiden Turki itu dicurigai memiliki hubungan bisnis penjualan minyak mentah ilegal dengan ISIS melalui perusahaan ekspedisi maritimnya BMZ. Moskow bahkan menuduh Pemerintah Turki ikut terlibat dalam bisnis haram tersebut.

Hal ini membuat berang Presiden Erdogan yang menuntut Rusia membuktikan tuduhan tersebut. Dia bahkan menuduh balik Rusia dan ISIS melakukan perdagangan minyak dengan ISIS.

“Turki tidak membeli minyak dari Daesh (sebutan lain ISIS). Bendahara Amerika Serikat (AS) mendokumentasikan Rusia dan ISIS menjual minyak pada rezim Suriah,” tudingnya

Syarat Pembelian Heli Presiden Asal Italia Harus Ketat



JAKARTA - Pro kontra pembelian helikopter Agusta Westland AW101 untuk menunjang kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan tamu negara masih terus bergulir.

Pengamat militer Susnaningtyas Kertopati (Nuning) mengatakan, pembelian helikopter pengganti Super Puma itu harus sesuai Undang-undang Industri Pertahanan (Indhan).

"Pemerintah boleh saja membeli helikopter buatan luar negeri, namun asalkan mematuhi UU Indhan. UU Indhan mewajibkan pengguna (TNI) untuk menggunakan produk dalam negeri," ujar Nuning kepada Okezone, Sabtu (28/11/2015).

Menurutnya, jika alutsista belum diproduksi di dalam negeri, maka dibolehkan untuk beli di luar negeri. Namun, Nuning menjelaskan, pembelian alutsista dari luar negeri harus dengan persyaratan ketat mengenai kewajiban transfer of technology (TOT), counter trade, offset, dan local content.

"Lagipula apakah ada jaminan dari Agusta Italy sebagai pihak produsen perihal suku cadang dan TOT-nya dijamin baik?" tegas mantan Anggota Komisi I DPR RI itu.

Nuning menambahkan, apakah pengadaan heli asal Italia tersebut akan disetujui oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Yang saya tahu Blue book-nya belum ditanda tangani Bappenas, karena ini kan pengadaannya bareng Sukhoi," terangnya.

Wanita yang juga memahami dunia intelijen ini pun tak sependapat dengan pernyataan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Agus Supriatna yang mengatakan heli AW-101 lebih baik ketimbang heli EC-725 buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

"Menurut saya, bila benar demikian maka pihak produsen Westland-Agusta harus lakukan TOT ke PT DI. Sebaliknya SDM PT DI harus dipersiapkan memahami teknologi baru," pungkas Nuning.

Namai Butiknya 'ISIS', Pengusaha China Diinterogasi Polisi



SHENZHEN – Sebuah butik pakaian di Kota Shenzhen, China, diketahui diberi nama ‘ISIS’. Hal itu ternyata menarik perhatian seluruh elemen masyarakat di sana, termasuk pihak kepolisian.

Seperti dilansir dari Shanghaiist, Jumat (27/11/2015), pihak Kepolisian China pada akhirnya terpaksa menginterogasi sang pemilik butik yang bernama Chen Hong.

Meski demikian, pihak Kepolisian China ternyata tidak menemukan keterkaitan antara bos butik pakaian itu dengan kelompok militan ISIS, setelah melakukan interogasi.

Pemilik butik pakaian ‘ISIS’, Chen Hong, kepada polisi menjelaskan bahwa kata ‘ISIS’ itu berasal dari istilah China Mandarin, yaitu ‘yisi-yisi’. Menurutnya, istilah itu untuk menjelaskan bahwa butiknya selalu menghadirkan hadiah sebagai balasan pada para pelanggan yang loyal.

Sebagaimana diketahui, sama halnya dengan negara-negara lain, Pemerintah China bersumpah untuk membawa kelompok ISIS ke pengadilan setelah kelompok ekstremis itu mengaku telah mengeksekusi mati salah seorang warganya di Suriah.

Pasca-kejadian itu, China kian memperketat keamanan serta mencurigai hal-hal yang berbau ISIS, termasuk toko di Kota Shenzhen yang diberi nama ‘ISIS’.

Karena menuai kontroversi, akhirnya Hong mengubah nama butiknya tepat setelah proses interogasinya selesai dengan Kepolisian China. Menurut Hong, kemungkinan butiknya yang bernama ISIS itu tidak bagus untuk bisnisnya ke depan.

KSAU: PT DI Bikin Sayap Saja Tidak Bisa!



JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Agus Supriatna menegaskan pihaknya tetap memilih helikopter AW-101 dalam rangka memberi pelayanan terhadap kepala negara serta tamu negara. Ia menyingkirkan EC-725 bikinan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) lantaran sudah melalui proses kajian.

"Sekarang kan wartawan sudah pintar-pintar, coba saja lihat PT DI itu seperti apa. Jangan semua suruh beli dari PT DI, ini politisasi. Kalau nanti helikopter (EC 275 Coungar) ada apa-apa bagaimana? Siapa yang mau disalahkan?" ujar Agus saat dikonfirmasi awak media, Jumat (27/11/2015).

Mantan Kasum TNI itu lantas mengingat pengalaman prajurit matra udara saat memesan helikopter Super Puma pada rencana strategis (renstra) 2009-2014. Saat itu, TNI AU baru menerima sembilan dari 16 unit helikopter Super Puma yang dipesan.

"16 unit Super Puma yang dipesan, tetapi TNI AU hanya menerima sembilan helikopter. Sementara pengiriman tidak tepat waktu sehingga mengganggu proses operasional," imbuhnya.

Sebab itu, TNI AU kini terkesan cuek terhadap PT DI untuk memproduksi sisanya. Bahkan, Agus menganggap bahwa PT DI tidak mampu memproduksi alutsista udara.

"Saya rasa bikin sayap saja (PT DI) tidak bisa," pungkasnya.


Istana Yakin Jokowi Dijaga Ekstra Ketat di Prancis



JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertolak ke Prancis pada hari Minggu, 29 November 2015, untuk menghadiri Conference of Parties (COP) 21 forum atau Konferensi Perubahan Iklim yang berlangsung pada Senin 30 November 2015.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, otoritas Prancis, tentu akan memberikan jaminan keamanan yang baik. Mengingat beberapa waktu lalu terjadi peristiwa teror penembakan yang menewaskan ratusan orang dari kalangan sipil di Paris, Prancis.

"Mereka (Prancis) secara khusus memberikan jaminan, maka kemudian sebelum COP 21 ini, keamanan masuk Paris, Prancis akan sangat ketat," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/11/2015).

Ditambah lagi, sambungnya, yang hadir dalam acara tersebut adalah kepala-kepala negara dari berbagai benua yang sangat brpengaruh di dunia global. "Di antaranya Obama, Putin, Xi Jinping, dan Pak Jokowi. Saya yakin ini keamanan yang sangat ekstra," imbuhnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan, COP 21 justru menjadi dukungan moral pada Prancis yang baru saja diterpa ancaman terorisme. "Menurut saya, kehadiran ini sangat positif bagi kebersamaan untuk memerangi terorisme dan radikalisme," tandasnya.

Aksi Balas Dendam Rusia, 39 Pebisnis Turki Ditangkap




MOSKOW – Rusia telah memulai aksi balas dendamnya kepada Turki atas peristiwa ditembak jatuhnya jet tempur Sukhoi Su-24. Hal itu ditandai dengan tindak penangkapan 39 pebisnis Turki yang ketika itu akan menghadiri konferensi industri agrikultur di wilayah Krasnodar, Selatan Rusia.

Puluhan pengusaha Turki itu ditangkap di wilayah Krasnodar oleh petugas Layanan Migrasi Rusia ketika akan menghadiri konferensi industri agrikultur, karena masuk Rusia dengan menggunakan visa turis, bukan visa bisnis.

“Jika memasuki Federasi Rusia untuk kegiatan bisnis atau alasan komersial, maka harus menggunakan visa khusus, bukan visa turis. Karena puluhan pebisnis Turki itu tidak bisa menunjukkan visa bisnis, maka kita tahan sementara,” ujar Wakil Kepala Layanan Migrasi Krasnodar, Vartan Ter-Saarkya, sebagaimana dikutip Telegraph, Jumat (27/11/2015).

Sementara itu, Kementerian Pertanian Rusia pada hari ini telah mengumumkan untuk mengontrol ketat impor pangan dan pertanian dari Turki. Pengumuman itu muncul di situs Kementerian Pertanian Rusia.

”Akan ada pemeriksaan tambahan di perbatasan dalam menanggapi apa yang dikatakan sebagai pelanggaran berulang standar Rusia oleh produsen Turki,” demikian pernyataan Kementerian Pertanian Rusia.

Menteri Pertanian Rusia, Alexander Tkachev, mengatakan bahwa sekira 15 persen dari produk pertanian Turki gagal memenuhi standar Rusia.

Tindakan yang dilakukan Pemerintah Rusia ini dinilai sebagai aksi balasan atas peristiwa ditembak jatuhnya jet tempur Su-24 oleh Angkatan Udara Turki.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menolak minta maaf kepada Rusia atas penembakan pesawat jet tempur Su-24 Rusia di perbatasan Suriah-Turki. Erdogan mengatakan, insiden itu karena kesalahan jet tempur Rusia yang melanggar wilayah udara Turki.

Namun, Rusia telah menyangkal tuduhan itu. Dubes Rusia untuk RI, Mikhail Galuzin menegaskan, pesawat tempurnya itu dari awal hingga ditembak jatuh berada di wilayah Suriah dan sebelumnya sedang melakukan operasi militer terhadap kelompok ISIS di sana.

Turki dan Rusia Telah Berseteru dalam Selusin Perang



HUBUNGAN Rusia dan Turki kembali tegang setelah jet tempur F-16 Turki menembak jatuh pesawat bomber Sukhoi Su-24 milik Rusia. Otoritas Turki beralasan pesawat Rusia tersebut melanggar wilayah udaranya dan tidak juga berbalik setelah diberi peringatan.

Pemerintah Rusia murka dengan kejadian yang mereka sebut sebagai kejahatan itu dan merespons dengan mengirim kapal perang dan sistem antipesawat ke Latakia yang menjadi basis operasi pasukannya di Suriah. Eskalasi hubungan kedua negara bahkan dikhawatirkan akan meningkat menjadi konflik bersenjata.

Turki dan Rusia ternyata memang jarang sekali akur sejak kedua mulai berhubungan ratusan tahun lalu. Tercatat, sejak Turki dikuasai Kekaisaran Ottoman, kedua negara telah berhadapan dalam setidaknya selusin perang.

Kekaisaran Ottoman Turki yang dipisahkan dengan Kekaisaran Rusia oleh Laut Hitam dan Persemakmuran Polandia-Lithuania berambisi memperluas kekuasaannya. Langkah yang sama juga dilakukan oleh Rusia sehingga menimbulkan Perang Russo-Turkish yang pecah pada 1568 sampai 1570 dan berakhir dengan kemenangan Rusia.

Perang antara dua kekuatan itu kembali pecah pada 1676 yang diakhiri dengan gencatan senjata 20 tahun yang disetujui pada Perjanjian Bakchisarai, 1681. Namun pada 1686, Rusia bergabung dengan koalisi Eropa yang beranggotakan negara-negara anti-Turki seperti Habsburg, Austria, Polandia, Lithuania, dan Venezia serta mengkhianati perjanjian tersebut menyebabkan pecahnya perang Russo-Turkish yang ketiga.


Setelah perang ketiga berakhir pada 1700, kedua belah pihak kembali terlibat dalam enam perang besar Rusia-Turki lain antara 1710 sampai 1829 yang sebagian besar dimenangkan oleh Kekaisaran Rusia.

Pada 1853, Kekaisaran Ottoman, Inggris, Prancis, dan Sardinia yang tidak menginginkan Rusia memperluas kekuasaannya bertemu dalam Perang Krimea. Dalam perang ini, Rusia mengalami kekalahan dan harus menyetujui Perjanjian Paris pada 1856 yang melarang adanya kekuatan militer Rusia di Laut Hitam.

Kekaisaran Rusia kembali meraih kemenangan dalam perang Russo-Turkish yang terjadi pada 1877 di Balkan dan Kaukasus sebelum kembali berhadapan dalam Perang Dunia I yang sekaligus mengakhiri konflik antara dua kekaisaran besar itu.

Revolusi Bolshevik yang menggulingkan kekaisaran Rusia pada 1917 mengakhiri partisipasi negeri itu dalam Perang Dunia I, nasib serupa dialami Kekaisaran Ottoman yang mengalami kekalahan dan dibubarkan oleh Gerakan Turki Muda pimpinan Mustafa Kemal Attaturk enam tahun kemudian.

Menghilangnya dua kekaisaran ini memunculkan dua negara baru, Turki dan Uni Soviet yang mulanya memiliki hubungan yang hangat dan bersahabat. Namun, kedekatan Turki dengan pihak Jerman pada Perang Dunia II dan dengan Amerika Serikat (AS) pada masa Perang Dingin mengubah situasi itu. Bergabungnya Turki dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) menyebabkan kedua negara kembali berada di pihak yang berseberangan.

Hary Tanoesoedibjo Hadiri Peringatan HUT Partai Golkar


JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) turut hadir dalam acara puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-51 Partai Golkar di markas partai di Jalan Anggrek Neli, Slipi Jaya, Jakarta Barat, Kamis (26/11/2015).

"Yang kami hormati Ketua Umum Perindo Bapak Hary Tanoesoedibjo," kata Ketua Panitia Ade Komaruddin saat memberikan laporan di atas panggung.

Sederetan tokoh yang hadir adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Umum PPP Djan Faridz dan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Ada juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Edie Prabowo, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah, dan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Tokoh lainnya yang hadir adalah politikus Golkar Bambang Soesatyo, Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua Fraksi Demokrat di DPR Edhie Baskoro Yudhoyono.

Acara ini diramaikan dengan kehadiran ribuan kader partai beringin dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kapal Perang Ini Sangat Ditakuti Rusia


WASHINGTON – Kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Eropa, yakni Kapal Perang Aegis, ternyata sangat ditakuti Rusia. Hal itu disampaikan oleh Penasihat Kedutaan Besar Rusia di AS, Alexander Trofimov.

Menurutnya, Kapal Perang Aegis dapat menangkis semua serangan rudal balistik. Kapal perang itu memiliki sistem pertahanan yang sangat kuat.

“Kapal perang Aegis milik Angkatan Laut AS memiliki sistem pertahanan yang kuat. Kapal perang itu diketahui dapat menangkis serangan rudal balistik,” ujar Trofimov, seperti dikutip Sputnik, Jumat (22/5/2015).

“Kapal perang Aegis dapat menembakkan rudal seperti Tomahawk. Rudal semacam itu sangat sulit untuk diidentifikasi,” lanjutnya.

Trofimov menambahkan, rudal sekaligus sistem pertahanan yang dimiliki kapal perang Aegis bukan hanya sebuah rudal biasa. Hal itu dapat menjadi ancaman bagi militer Rusia.

PT DI Sayangkan Jokowi Tak Pakai Heli Produk Dalam Negeri



BANDUNG - Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Budi Santoso mengeluhkan rencana pembelian helikopter VVIP yang akan digunakan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Ia menyebut, sebagai kepala negara, seharusnya Jokowi membantu memasaran produk buatan dalam negeri dengan menggunakan teknologi buatan Indonesia.
"Kalau Presiden tidak memakai produk PT DI, gimana kita promosi ke negara lain. Kita mampu (bikin pesawat dan heli VVIP) karena punya pengalaman bikinin pesawat atau angkutan untuk kepala negara lain," ujar Budi kepada awak media di kantornya, Rabu (25/11/2015).
Sementara itu, PT DI merekomendasikan helikopter antipeluru tipe EC-725 Cougar untuk digunakan sebagai kendaraan Presiden dan Wakil Presiden RI. Mereka mengklaim, teknologi tersebut lebih unggul dibanding heli sejenis buatan Italia.
"Helikopter Airbus EC-725 sangat direkomendasikan bagi Presiden dan Wakil Presiden. Ini lebih unggul dibandingkan buatan Italia," sambung Direktur Produksi PT DI, Arie Wibowo.
Sembari memamerkan heli tersebut, ia memaparkan bahwa 20 persen bagiannya merupakan karya lokal. Bahkan, dibagian samping dan bawah heli telah dipasang antipeluru. Meski demikian, khusus untuk kaca, belum terpasang mode antipeluru.
"Kaca memang tidak antipeluru. Karena helikopter cenderung ditembak dari bagian bawah, maka yang antipeluru bagian bawahnya, termasuk bagian samping dan tangki bahan," pungkasnya.

Singapore Airlines, Maskapai Kelima Diancam Bom



BEBERAPA pekan usai teror Paris pada Jumat 13 November 2015, sedikitnya lima pesawat mendapatkan ancaman bom. Pesawat milik Maskapai Singapore Airlines menjadi yang terakhir mendapatkan ancaman bom. Berikut kompilasi kejadian ancaman bom tersebut:

1. Air France AF 1741 (Minggu 15 November 2015)

Pesawat milik Maskapai Air France dengan nomor penerbangan AF 1741 rute Amsterdam - Paris batal terbang setelah adanya ancaman bom yang diserukan oleh sebuah akun Twitter hanya berselang dua hari setelah teror Paris. Kepolisian Belanda langsung menyerbu dan memeriksa seisi pesawat di Bandara Schipol, Amsterdam. Polisi memastikan ancaman tersebut hoax setelah melakukan pemeriksaan selama tiga jam di badan pesawat dan juga seluruh area bandara.

2. Air France AF 65 & AF 55 (Rabu 18 November 2015)

Pesawat milik Maskapai Air France kembali mendapatkan ancaman bom. Kali ini dua pesawat mereka mendapatkan ancaman pengeboman di hari yang sama. Penerbangan AF 65 dengan rute Los Angeles – Paris dan penerbangan AF 55 dengan rute Washington DC – Paris harus mendarat darurat di bandara yang berbeda. AF 65 harus mendarat darurat di Salt Lake City, Kanada sedangkan AF 55 harus mendarat darurat di Halifax, Kanada. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap kedua pesawat. Kembali, tidak ditemukan adanya jejak bom.

3. Penerbangan LLP8015 (Kamis 19 November 2015)

Sebuah pesawat komersial dari Polandia menuju Mesir terpaksa mendarat darurat di Burgas, Bulgaria. Pesawat mendarat darurat setelah mendapat ancaman bom. Kepolisian Bulgaria langsung diturunkan untuk menyisir lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya bom. Ternyata, ancaman bom dikeluarkan oleh seorang penumpang yang sedang dalam keadaan mabuk.

4. Turkish Airlines THY2 (Minggu 22 November 2015)

Ancaman bom kali ini diterima pesawat milik Maskapai Turkish Airlines dengan nomor penerbangan THY2. Pesawat sedianya terbang dari Bandara Internasional John F Kennedy, New York menuju Turki. Polisi menerima ancaman bom beberapa saat setelah pesawat lepas landas. Pilot yang diberi tahu akan adanya ancaman tersebut mengalihkan penerbangan menuju Bandara Halifax, Kanada untuk melakukan pendaratan darurat. Polisi yang diterjunkan ke lokasi tidak menemukan adanya jejak bom.

5. Singapore Airlines SQ001 (Minggu 22 November 2015)

Pesawat milik Maskapai Singapore Airlines mendapat ancaman bom saat terbang menuju Singapura dari San Fransisco. Pesawat dengan nomor penerbangan SQ001 tersebut berhasil mendarat di Bandara Changi, Singapura. Polisi langsung diterjunkan untuk memeriksa seisi pesawat. Penumpang terpaksa harus menunggu di dalam pesawat selama polisi melakukan pencarian. Kembali, polisi tidak menemukan adanya bom dalam pesawat tersebut.

Pengamat terorisme, Jonathan Gilliam menganggap serangkaian ancaman bom tersebut merupakan salah satu bentuk terorisme.

“Satu hal yang harus dijelaskan bahwa, mungkin kita menganggap ini sebagai sebuah hoax. Tapi kenyataannya, terorisme yang tengah kita lihat di Paris saat ini dan sejumlah ancaman bom adalah taktik yang digunakan untuk menimbulkan efek psikis atau perubahan kebijakan politik terhadap suatu komunitas. Mungkin ancaman ini hoax, tapi ini tetap merupakan bentuk terorisme,” ujar agen spesial FBI tersebut.

Top
Selamat Datang di Seputar Indonesia Maju, kami memberikan berita seputar indonesia terkini secara lengkap dan update, kritik dan saran silahkan kirim ke ceritaterbaru10@gmail.com